obornews facebook
obornews twitter
obornews rss
obornews mobile
TOPIK PILIHAN
DAERAH
Kamis, 13 Des 2012 20:42 WIB
Solo
500 Korban Tragedi 65 Masih Hidup di Solo
Solo, ON: Koordinator Sekber "65, Winarso mengatakan korban tragedii "65 banyak yang masih hidup sampai sekarang. Menurutnya di Solo ada sekitar 500 orang, sedangkan di lingkup Jawa Tengah ada sekitar 5.000 orang. Mereka akan terus menuntut pemulihan nama baik dari pemerintah.
Pertemuan Sekber '65 di Solo
 
"Mereka adalah korban penangkapan, penyiksaan dan penahanan. Mereka semua pernah menjalani penahanan di Pelantungan, Nusakambangan, dan Pulau Buru," ujar dia, Kamis (13/12/2012).
 
Melalui Sekber ’65, mereka mendesak Kejaksaan Agung membuka kasus tragedi ’65 dan menuntut pemulihan nama serta pelurusan sejarah. "Prosesnya ya lewat rekonsiliasi. 
 
Pertama pemerintahmemulihkan nama baik. Kedua meluruskan sejarah. Ketiga membangun rekonsiliasi. Karena banyak korban itu sebenarnya bukan anggota PKI dan tidak pernah  terlibat gerakan PKI," katanya.
 
Dia mencontohkan, pada tragedi itu ada banyak motif mulai dari politik sampai percintaan. "Misalnya, saya suka dengan istri anda, tapi istri anda menolak. Saya sebut  saja istri anda terlibat PKI. Seketika itu ditangkaplah istri anda. Kira-kira motifnya saat itu seperti itu," papar dia.
 
"Contoh lain. Ada penabuh kendang yang menabuh lagu genjer-genjer juga ditangkap. Padahal dia tidak tahu menahu soal politik gerakan PKI," terang dia.
 
Winarso belum akan bersikap untuk menempuh proses hukum selanjutnya, sebelum ada jawaban dari Kejaksaan Agung. Kita berkali-kali mendesak Komnas HAM membuat  rekomendasi. "Sekarang kita mendesak Kejaksaan Agung membentuk Direktorat Khusus Untuk Pelanggaran HAM," tegasnya.
 
Dia juga menyesalkan lambatnya proses pembuatan UU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di DPR. "Meskipun RUU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi sudah digodok dan masuk di prolegnas. Tetapi sampai saat ini haslinya seperti apa belum jelas. Kita tahu sendiri kualitas anggota DPR kita seperti apa. Kalau seperti ini bagaimana negara kita bisa maju," ujar dia


BAW / Andika / Gunawan

BERITA TERKAIT

Rabu, 27 Feb 2013 16:49 WIB
Walikota Solo Punya Pendamping Baru
Solo, ON: Achmad Purnomo akhirnya terpilih menjadi Wakil WalikotaSolo, mendampingi Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo. ...
Selasa, 26 Feb 2013 17:08 WIB
Walikota Solo akan Segera Miliki Pendamping
Solo, ON: Setelah cukup lama memimpin Kota Solo tanpa pendamping pasca ditinggal Jokowi. Akhirnya Walikota Solo, Fx Hadi ...
Minggu, 27 Jan 2013 08:01 WIB
Hutan TNKS Dijarah, Galodo Mengancam
Solok Selatan, ON: Kepolisian Sektor Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) menemukan dua kubik kayu olahan tak bertuan di ...
Rabu, 16 Jan 2013 17:26 WIB
Komunisme Terindikasi Muncul di Surakarta
Solo, ON: Komando Resort Militer 074 Warastratama mengaku mengendus kebangkitan faham komunisme di wilayah Surakarta, ...
Rabu, 09 Jan 2013 11:40 WIB
Walikota Solo Tangkap Jambret
Solo, ON: Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo berhasil menangkap pelaku penjambretan di Jalan Juanda, Kecamatan Pucangsawit, ...
Selasa, 08 Jan 2013 14:28 WIB
Bekas Mobil Dinas Jokowi Dijual Rp 85,9 Juta
Solo, ON: Bekas mobil dinas Jokowi selama menjabat Walikota Solo, Jawa Tengah, laku terjual dalam lelang. Mobil jenis ...
Selasa, 01 Jan 2013 18:44 WIB
Kakek 78 Tahun Masih Jadi Bintang Porno
Asakusa, ON - Usia Shigeo Tokuda sudah 78 tahun, kini. Akan tetapi, dia masih tetap melakoni profesinya sebagai bintang ...
Jumat, 28 Des 2012 18:05 WIB
Buruh Tolak Kenaikan TDL
Solo, ON: Aktivis buruh di Surakarta, Jawa Tengah dengan tegas menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan Tarif ...
Kamis, 27 Des 2012 01:08 WIB
Toko Oleh-oleh Solo Kebakaran
Solo, ON: Bangunan toko penjualan oleh-oleh di Jalan Honggowongso, Kemlayan, Solo ludes terbakar dilalap api. Si jago ...
Selasa, 25 Des 2012 11:58 WIB
Enam Wilayah Bencana Alam Sumbar
Sumbar, ON: Wilayah Sumatera Barat pada hari Senin tanggal 24 Desember 2012 diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat ...
BERITA LAINNYA
Jakarta, ON : Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan terus melanjutkan proses penyidikan terkait dengan impor semen yang mencurigakan. Bahkan Bea Cukai dikabarkan sudah memeriksa pejabat di Kementerian Perdagangan terkait kasus impor itu.